Oleh : Muhammad Ferdiansyah Susilo.
Bismillaahirrahmaanirrahiim
NOTHING IS IMPOSSIBLE, EVERYTHING IS POSSIBLE IF YOU BELIEVE IN ALLAH. Itulah sepenggal kalimat yang pernah aku baca yang menjadi inspirasi di tulisan ku kali ini. Taukah Anda bahwa semua orang bisa menjadi seperti apa yang dia pikirkan dan dia inginkan, apa lagi tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini kalau Allah sudah menghendaki. Banyak sekali contoh-contoh di luar sana hal-hal yang sebenarnya tidak mungkin terjadi tapi pada kenyataannya hal itu benar-benar terjadi. Contohnya saja seorang yang cacat malah menjadi motivator untuk orang-orang yang normal. Ada juga seorang anak Autis bisa menulis buku yang belum tentu bisa dilakukan oleh anak-anak normal, dan amazingnya lagi bahwa bukunya tersebut berbahasa asing (bukan bahasa dari negeri asalnya). Jadi sebenarnya semua orang bisa menjadi seperti apa yang dia inginkan jika ia mau berusaha mewujudkan mimpi atau keinginannya tersebut. Sebenarnya mampu atau tidaknya kita mewujudkan impian atau keinginan kita tersebut bukan karena masalah bisa atau tidaknya kita melakukan hal tersebut tapi karena mau atau tidaknya kita melakukan hal tersebut. Jadi belajarlah untuk memulai walaupun belum siap. Salah bertindak atau gagal itu biasa, yang terpenting kita mau mencoba. Dengan mencoba kita bisa tahu skill kita apa dan kemampuan kita sampai dimana. Tidak ada yang sia-sia di dunia ini, bahkan kegagalan kita sekalipun bisa menjadi manfaat untuk orang lain. Coba kita resapi kalimat-kalimat berikut yang ada di dalam video Jangan Menyerah-Super Motivasi S3, mudah-mudahan bisa menjadi semangat untuk mencoba karena sesungguhnya tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak. Teruslah mencoba dan jadilah seperti yang Anda Inginkan.
Selamat Datang para PEMENANG
Awali dengan BERPIKIR yang BENAR dan MILIKILAH KEYAKINAN yang BENAR
Ada dua penyebab Kegagalan :
1.BERIMAN tanpa BERAMAL sama dengan meyakini tanpa diiringi tindakan
2.BERAMAL tanpa BERIMAN sama halnya dengan bertindak tanpa diiringi keyakinan
Lebih baik MENCOBA untuk Gagal dari pada Anda Gagal MENCOBA
Seorang PEMENANG tidak pernah menyerah karena yang Menyerah tidak pernah Menang
Jatuh itu BIASA tapi BANGKIT itu LUAR BIASA!!!
Awali dengan NIAT yang KUAT dan BENAR
Tidak masalah berapa kali Anda terjatuh
Yang penting berapa kali Anda BANGKIT setelah Anda terjatuh
Not Trial and Error
But Trial and Learn
Sukses itu Penting...
Tapi BERSYUKUR jauh lebih Sukses....
Pelaut Ulung tidak lahir dari laut yang tenang
Maafkan masa lalumu
Tawakkal masa depanmu
Nikmati saat ini-mu
Memaafkan memang tidak mengubah apapun di masa lalumu
Tapi ia memperindah hari esok dan menceriakan hari ini....
Jangan katakan “WAHAI ALLAH, Masalahku sangat BESAR....”
Tapi katakanlah “WAHAI Masalah, ALLAH itu MAHA BESAR...”
Berbagai masalah itulah yang membuatmu tetap berTAHAN dan berTUHAN
Kalau engkau lari dari Masalah....
Berarti engkau lari dari KASIH SAYANG ALLAH SWT....
Kesombongan adalah awal dari kehancuran
Rendah hati dan terus berbagi
Itulah yang membuat orang lain ikhlas dipimpin oleh Anda
Diatas langit masih ada langit
Hiu yang Merajai Samudrapun bisa menjadi Mangsa
Betapa banyak kaum yang sedikit bisa mengalahkan kaum yang banyak...
Betapa banyak kaum yang kecil bisa mengalahkan kaum yang besar....
SEORANG PEMENANG TIDAK HARUS MELAKUKAN SESUATU YANG BERBEDA...
TAPI CUKUP MELAKUKAN SESUATU DENGAN CARA YANG BERBEDA...
Tuesday, 18 March 2014
Thursday, 20 February 2014
( HIKMAH ) TANYA JAWAB IMAM GHAZALI DENGAN MURID-MURIDNYA
Yusuf Mansur
Network
Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya soalan-soalan yang menguji tentang keimanan muridnya ( Teka Teki ) : Imam Ghazali = " Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?
Murid 1 = " Orang tua "
Murid 2 = " Guru "
Murid 3 = " Teman "
Murid 4 = " Kaum kerabat "
Imam Ghazali = " Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati ( Surah Ali-Imran :185).
Imam Ghazali = " Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?"
Murid 1 = " Negeri Cina "
Murid 2 = " Bulan "
Murid 3 = " Matahari "
Murid 4 = " Bintang-bintang "
Iman Ghazali = " Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama".
Iman Ghazali = " Apa yang paling besar didunia ini ?"
Murid 1 = " Gunung "
Murid 2 = " Matahari "
Murid 3 = " Bumi "
Imam Ghazali = " Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A'raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka."
IMAM GHAZALI " Apa yang paling berat didunia ?"
Murid 1 = " Baja "
Murid 2 = " Besi "
Murid 3 = " Gajah "
Imam Ghazali = " Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah."
Imam Ghazali = " Apa yang paling ringan di dunia ini ?"
Murid 1 = " Kapas"
Murid 2 = " Angin "
Murid 3 = " Debu "
Murid 4 = " Daun-daun"
Imam Ghazali = " Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat "
Imam Ghazali = " Apa yang paling tajam sekali di dunia ini ?
"Murid- Murid dengan serentak menjawab = " Pedang "
Imam Ghazali = " Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri
Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya soalan-soalan yang menguji tentang keimanan muridnya ( Teka Teki ) : Imam Ghazali = " Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?
Murid 1 = " Orang tua "
Murid 2 = " Guru "
Murid 3 = " Teman "
Murid 4 = " Kaum kerabat "
Imam Ghazali = " Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati ( Surah Ali-Imran :185).
Imam Ghazali = " Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?"
Murid 1 = " Negeri Cina "
Murid 2 = " Bulan "
Murid 3 = " Matahari "
Murid 4 = " Bintang-bintang "
Iman Ghazali = " Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama".
Iman Ghazali = " Apa yang paling besar didunia ini ?"
Murid 1 = " Gunung "
Murid 2 = " Matahari "
Murid 3 = " Bumi "
Imam Ghazali = " Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A'raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka."
IMAM GHAZALI " Apa yang paling berat didunia ?"
Murid 1 = " Baja "
Murid 2 = " Besi "
Murid 3 = " Gajah "
Imam Ghazali = " Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah."
Imam Ghazali = " Apa yang paling ringan di dunia ini ?"
Murid 1 = " Kapas"
Murid 2 = " Angin "
Murid 3 = " Debu "
Murid 4 = " Daun-daun"
Imam Ghazali = " Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat "
Imam Ghazali = " Apa yang paling tajam sekali di dunia ini ?
"Murid- Murid dengan serentak menjawab = " Pedang "
Imam Ghazali = " Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri
Friday, 7 February 2014
NEGERI YANG BERGANTI WAJAH

Negeri ini dahulu di juluki negeri yang subur, bahkan sering di ilustrasikan kalau tongkat kayu dan batu disebut-sebut bisa jadi tanaman, Wow amazing bangetkan negeri Indonesia tercinta kita ini.(Hehehe....) Tapi coba lihat sekarang, negeri kita ini berganti julukan menjadi negeri seribu bencana. Terus, pernah gak kita berpikir kenapa sih negeri kita yang subur, makmur, aman, damai, tentram dan lain-lain itu kok bisa berubah menjadi negeri yang penuh dengan bencana bahkan seperti sudah di jadwalkan? (Dah seperti jadwal penerbangan pesawat terbang ja ya sob, hehehe... )
Nih jawabannya Sob, kenapa negeri kita yang subur, makmur, aman, damai, tentram dan lain-lain itu kok bisa berganti wajah menjadi negeri yang penuh dengan bencana :
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Q.S. Ar-Ruum : 41”
Nah, sekarang sudah tau kan kenapa negeri ini berganti wajah dari negeri yang subur, makmur, aman, damai, tentram dan lain-lain itu menjadi negeri yang akrab dengan yang namanya bencana? Terus kalau dah tau gimana? Ya di jalankan dong apa yang di perintahkan Allah dalam Q.S. Ar-Ruum : 41 itu, “Kembali ke jalan yang benar” Ok....
Yuk kita sama-sama belajar memperbaiki diri walau merasa belum bisa dan terasa sulit. Karena hidup itu memang harus terus belajar. Kalau kata Aa Gym:
v Belajar Syukur walau belum cukup
v Belajar Ikhlas walau belum rela
v Belajar Taat walau terasa berat
Gue coba tambah ya Sob:
v Belajar Sabar walau mampu membalas
v Belajar Memulai walau belum siap
(Iseng ja Sob, siapa tau penambahannya cucok.. hahaha... :-D)
So, jangan takut kalau kita mau sharing kebenaran kepada orang lain tapi kitanya juga belum cukup baik untuk membagi kebenaran itu. Karena perintah Allah, kita disuruh untuk saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Siapa tau dengan kita saling nasehat menasehati kita bisa mendapat hidayah untuk berubah juga, ya gak sob. Hehehe.... :-P
Semoga Tulisan ini ada manfaatnya ya Sob.... Aamiin....
Friday, 16 August 2013
Cahaya Ilmu: MEMINTA MAAF, SIAPA TAKUT?
Cahaya Ilmu: MEMINTA MAAF, SIAPA TAKUT?: Oleh : Muhammad Ferdiansyah Susilo Bismillaahirrahmaanirrahiim...... Mungkin bagi sebagian orang mengatakan bahwa memaafkan itu le...
MEMINTA MAAF, SIAPA TAKUT?
Oleh : Muhammad Ferdiansyah Susilo
Bismillaahirrahmaanirrahiim......
Mungkin bagi sebagian orang mengatakan bahwa
memaafkan itu lebih sulit dibandingkan dengan meminta maaf, tapi kenyataannya
sebagian orang sangat sulit untuk meminta maaf di karenakan ke egoannya. Dia
beranggapan bahwa ia tidak mempunyai kesalahan. Apa lagi pada saat bertengkar,
dia beranggapan bahwa dialah yang paling benar, sehingga kalau seandainya ia
meminta maaf terlebih dahulu dia khawatir akan menurunkan harga dirinya.
Padahal sebenarnya seorang yang berani meminta maaf terlebih dahulu adalah
seorang yang bersikap seperti seorang
kesatria karena dia bisa mengalahkan ke egoannya, terlepas bahwa dia benar atau
salah.
Bukankah tidak selamanya seorang yang meminta
maaf terlebih dahulu itu adalah orang yang salah? Bisa sajakan dia meminta maaf
terlebih dahulu karena dia tidak ingin ada permusuhan apalagi dengan sesama
muslim, sehingga dia sengaja mengalah untuk meminta maaf terlebih dahulu. Dan
bukankah mengalah itu bukan berarti kalah?. Lagi pula kalau dipikir-pikir,
tidak ada manusia yang sempurna yang tidak memiliki kesalahan sedikitpun. Kita
bisa sajakan melakukan kesalahan tanpa kita sadari? Perlu diketahui bahwa YANG
LEBIH MULIA ITU :
v Justru yang sanggup
menyapa terlebih dahulu bukan yang ingin disapa
v Yang mau
mendatangi bukan yang ingin didatangi
v Yang mau meminta
maaf dengan tulus bukan yang ingin orang meminta maaf kepada dirinya
v Yang menyambungkan silaturahim bukan yang
menanti disambungkan
Jadi kenapa kita harus takut untuk meminta maaf?
Perlu diingat bahwa semakin ujub, merasa lebih
mulia, dan merasa lebih penting akan semakin sulit rendah hati, sulit pula untuk
bisa melakukan sikap penuh kemuliaan.
Jangan pernah
takut kalau-kalau permintaan maaf kita tidak diterima, karena kalau kita sudah
meminta maaf maka kewajiban kita sudah selesai, dan kalau orang tersebut tidak
memaafkan kita maka itu urusan orang tersebut dengan Tuhannya. Jadi
bersegeralah meminta maaf. Sabda Nabi :
“Orang yang pernah menzalimi saudaranya dalam hal
apa pun, maka hari ini ia wajib meminta agar perbuatannya tersebut dihalalkan (dimaafkan)
oleh saudaranya, sebelum datang hari saat tidak ada ada dinar dan dirham,
karena jika orang tersebut memiliki amal saleh, amalnya tersebut akan dikurangi
untuk melunasi kezalimannya. Namun, jika ia tidak memiliki amal saleh maka
ditambahkan kepadanya dosa-dosa dari orang yang ia zalimi.”
(H.r. Bukhari, no. 2449)
Ingat :
v Maaf tidak akan menurunkan harga diri
v Maaf itu untuk orang pemberani
v Meminta maaf mulia
v Manusia itu tempatnya salah dan khilaf
v Orang yang baik itu bukan orang yang tidak pernah
melakukan kesalahan, tapi orang yang ketika melakukan kesalahan cepat bertaubat
dan memperbaiki diri
v Suatu kaum atau seseorang yang hidupnya
penuh kebencian dan permusuhan tak akan pernah tenang, terhormat dan berjaya
selain hina dan menderita.
v Jika kita memelihara kebencian dan dendam,
maka seluruh waktu dan pikiran yang kita miliki akan habis dan kita tidak akan
pernah menjadi orang yang produktif.
Kekurangan orang lain adalah ladang pahala bagi kita untuk memaafkannya,
mendoakannya, memperbaikinya, dan menjaga aibnya.
Monday, 5 August 2013
JANGAN TANYA KENAPA, TAPI TANYALAH BAGAIMANA
Oleh
: Muhammad Ferdiansyah Susilo.
Bismillahirrahmanirrahim....
Sebagai seorang hamba tidak pantas
rasanya jika kita bertanya KENAPA pada Allah SWT, karena sesungguhnya Allah itu
Maha Mengetahui. Dia Maha Mengetahui apa-apa yang tidak kita ketahui, firman
Allah dalam Q.S Al-Baqarah ayat 255 :
Allah, tidak ada Tuhan
(yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus
mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang
di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa
izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang
mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang
dikehendaki-Nya. Kursi[161] Allah meliputi langit dan bumi. Dan
Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha
Besar.
Sering
kali pada saat kita tertimpa musibah atau hal-hal yang tidak menyenangkan pada
diri kita, kita selalu bertanya kepada Allah kenapa semua ini harus terjadi,
pada hal Allah itu Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita, dan Allah tidak
mungkin menzholimi kita. Jadi sangat tidak pantas bagi kita untuk bertanya
KENAPA apalagi sampai berburuk sangka pada Allah. Dalam salah satu ayatnya,
Allah berfirman: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan
kesanggupannya.” (Al Baqarah: 286).
Dari ayat diatas jelas bahwa Allah itu tidak
mungkin menzholimi hamba-hambanya. Dia selalu menginginkan yang terbaik untuk
kita sehingga jika kita tertimpa musibah atau hal-hal yang tidak menyenangkan
jangan tanya KENAPA pada Allah tapi tanyalah BAGAIMANA agar kita bisa
menghadapi masalah tersebut, karena sesungguhnya manusia itu tidak di desain
untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, tapi agar lebih dekat dengan Allah dan
menyerahkan masalahnya kepada Allah sehingga Allah yang akan membimbing kita
untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi karena sesungguhnya setiap masalah
pasti ada jalan keluarnya dan yakinlah bahwa “ Sesungguhnya sesudah kesulitan
itu ada kemudahan. Sungguh sesudah kesulitan itu ada kemudahan...”
Dan
jangan pernah meminta kepada Allah agar diberikan beban atau masalah yang
kecil, tapi mintalah kepada Allah agar kita diberi pundak yang kuat sehingga
mampu memikul beban seberat apapun yang diberikan oleh Allah, karena
sesungguhnya setiap ujian yang diberikan Allah itu mendewasakan kita.....
BAHKAN DI SETIAP KEBURUKAN YANG KITA ALAMI TERDAPAT KASIH SAYANG ALLAH
Oleh : Muhammad Ferdiansyah Susilo
Bismillahirrahmanirrahim
Dengan
menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sangatlah pantas
bagi kita untuk terus menerus bersyukur atas segala yang Allah berikan kepada
kita, baik itu hal-hal yang menurut kita baik ataupun hal-hal yang kita anggap
buruk. Sesungguhnya Allah lah yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita
atau sebaliknya, karena Dia lah yang telah menciptakan kita sehingga dia pasti
Maha Mengetahui apa yang kita butuhkan.
Allah itu Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, bahkan dengan sifat Rahman dan Rahim-Nya tersebut apapun yang Dia
berikan kepada kita walaupun itu hal-hal yang kita anggap buruk sekalipun pasti
ada hal yang baik di dalamnya. Lihat saja pada waktu kita sedang sakit, itu
merupakan kasih sayang yang diberikan Allah kepada kita, karena dengan kita
sakit kita bisa beristirahat di rumah. Mungkin selama ini kita sibuk kerja
sampai melupakan waktu istirahat kita bahkan mungkin melupakan anak dan istri
kita yang membutuhkan kasih sayang dan perhatian kita sehingga Allah memberikan
kepada kita penyakit agar kita bisa beristirahat di rumah dan bisa berkumpul
dengan anak dan istri kita selama kita sakit.
Atau mungkin pada saat kita sedang
mengalami kecelakaan, mungkin saja Allah bermaksud untuk memberikan perhatian
ekstra kepada kita melalui orang lain sehingga dengan kejadian yang kita alami tersebut
orang-orang akan datang ke rumah kita untuk melihat kita dan memberikan
perhatian kepada kita. Sungguh Allah itu Maha Rahman dan Maha Rahim tapi
terkadang kita tidak mengetahui dengan jalan apa Allah memberikan kasih
sayang-Nya kepada kita.
Ada juga dua orang muda mudi yang
mengalami putus cinta atau gagal untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius
yaitu pernikahan. Tidak jarang dari mereka ada yang bunuh diri karena hal
tersebut. Padahal mungkin saja Allah sedang menyiapkan jodoh yang terbaik untuk
mereka atau mungkin dengan putusnya mereka sebenarnya Allah sedang melindungi
keduanya dari perbuatan zina yang mungkin bisa mereka lakukan kalau mereka
masih tetap menjalin hubungan. Sungguh Allah itu Maha mengetahui apa yang tidak
kita ketahui dan sungguh Allah itu Maha Rahim sehingga di setiap keburukan yang
kita alami pun terdapat kasih sayang yang diberikan-Nya kepada kita walaupun
tak jarang kita tidak mengetahuinya. Maka
dari itu marilah kita perbanyak bersyukur kepada Allah walaupun dalam keadaan
susah sekalipun karena Allah telah berfirman dalam Q.S. Ibrahim ayat 7 :
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan;
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat)
kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku
sangat pedih."
Subscribe to:
Posts (Atom)